Sunday, April 12, 2009

Mantram Gayatri

Oleh : Drs K.M.Suhardana
Pedoman Sembahyang Umat Hindu

Dalam kaitan dengan Mantram Trisandhya adalah apa yang dinamakan Mantram Gayatri, salah satu bait dari keenam Mantram Trisandhya yang sangat disucikan oleh umat Hindu, yang merupakan Induk dari semua Mantram Weda yang sangat penting artinya bagi umat Hindu, karena dapat memberikan perlindungan, keselamatan, kegembiraan dan kebahagiaan. Bahkan berdasarkan penelitian ilmiah di India dan Amerika diketahui bahwa orang yang tekun mengucapkan Mantram Gayatri, menyebabkan butir-butir darah putih dan darah merahnya menjadi semakin segar dan bertambah jumlahnya, sehingga orang tersebut nampak semakin sehat, Mantram Gayatri dapat dipergunakan sebagai “ Japa “ untuk dibaca sebagai doa atau diulang-ulang berkali-kali secara khusuk dengan maksud untuk memohon sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Mantram Gayatri sebagai Doa Universal

Mantram Gayatri dinyatakan juga sebagai induk dari semua Mantram Weda , juga dinyatakan sebagai doa universal yang tercantum dan diabadikan dalam Kitab Suci Weda , baik Kitab Reg Weda , Yajur Weda maupun Sama Weda , yang dapat dipergunakan untuk memohon kejernihan akal budhi agar tercipta kebenaran tanpa penyimpangan. Mantram Gayatri dianggap sebagai intisari dari seluruh Ajaran Weda, karena itu ada orang yang menyatakan bahwa sesungguhnya orang tidak perlu mengucapkan Mantram apapun selain Gayatri Mantram
Sebagai Ibu Weda atau induk dari semua Mantram Weda, Gayatri mempunyai 3 (tiga) nama yaitu Gayatri, Savitri dan Saraswati dan ketiganya ada dalam diri setiap manusia, Gayatri berarti penguasa Indra, Savitri penguasa daya hidup atau prana dan kebenaran serta Saraswati berarti kemampuan untuk berbicara dengan baik, sehingga Mantram Gayatri meresapi segala sesuatu diseluruh alam semesta.

Mantram Gayatri terdiri dari 3 (tiga) bagian berupa pujian, meditasi dan doa :

  • Om Bhur Bhuvah Svah Tat Savitur Varenyam, merupakan pujian dengan menunjukan sifat-sifat keagungan Tuhan.
  • Dhimahi, berkaitan dengan meditasi ( perenungan dengan khidmat )
  • Dhiyo Yo Nah Pracodayat, adalah doa agar diberikan kekuatan dan kemampuan ( meningkatkan akal budhi / kebijakan / kecerdasan ).

Mantram Gayatri dikatakan juga oleh para akhli mengandung 4 (empat) kebenaran yang tertera dalam Weda;

  • Kesadaran sejati adalah Brahman ( Pranjnanam Brahma )
  • Aku adalah Brahman ( Aham Brahma Asmi )
  • Engkau adalah itu ( Tat Tvam Asi )
  • Diri sejati ini adalah Brahman ( Ayam Atma Brahma )

Para Akhli Agama juga menjelaskan bahwa Mantram Gayatri diciptakan sebagai mata ketiga ( Cakra Ajna ) untuk dapat mengungkapkan pandangan batin kita, kita menyadari adanya Brahman. Gayatri dinyatakan sebagai Anna Purna atau sebagai Tuhan Ibu Jagat Raya yang menjiwai semua kehidupan dan dapat dilukiskan dengan 5 ( lima ) wajah ;

  1. Om, adalah wajah yang pertama ( sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa )
  2. Bhur Bhuvah Svaha, adalah wajah yang kedua ( sebagai Penguasa alam fisik , alam astral dan alam surga )
  3. Tat Savitur Varenyam, adalah wajah yang ketiga ( sebagai Sumber segalanya yang patut disembah )
  4. Bhargo Dewvasya Dhimahi, adalah wajah yang keempat ( sebagai Pemeberi berkat dan berkah )
  5. Dhiyo Yo Nah Pracodayat, adalah wajah yang kelima ( sebagai Pemberi penerangan akal budhi )

Manfaat Mantram Gayatri

Para akhli Agama menyatakan bahwa pelantunan Mantram Gayatri secara berulang-ulang akan dapat mengembangkan kemampuan akal budhi seseorang. Mantran Gayatri jika diucapkan dengan penuh keyakinan, mempunyai kekuatan dan vibrasi yang sangat ampuh dan dapat melindungi orang yang mengucapkan, seperti halnya Rsi Visvamitra mampu mempergunakan berbagai senjata langka sesuai kehendaknya , menurut beberapa buku Agama Hindu, Mantram Gayatri yang sangat ampuh ini ditemukan oleh Rsi Visvamitra.

Dinyatakan pula bahwa jika diucapkan secara teratur dengan penuh keyakinan , kesadaran dan kasih sayang terhadap Tuhan, Mantram Gayatri akan memberi faedah ; dapat membebaskan diri dari segala penyakit, mencegah segala kesengsaraan dan kesulitan dan mengabulkan semua permohonan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Mantram Gayatri dinyatakan dapat melindungi kita dalam kegiatan-kegiatan seperti ; Dalam perjalan dengan Bus atau Mobil , Kereta Api , Pesawat terbang atau dimana saja kita berada .

Kapan dan Bagaimana Mantram Gayatri sebaiknya diucapkan

Mantram Gayatri sebaiknya diucapkan pada waktu subuh , tengah hari dan senja hari saat “Sandhya Kalam” yaitu pertemuan antara waktu malam dan pagi , pagi dan sore , serta sore dan malam hari, waktu mana sangat berguna untuk latihan rohani , meskipun demikian waktu-waktu tersebut sebenarnya tidak mengikat dan karena itu dapat diucapkan kapan saja dan dimana saja.

Mantram Gayatri baik juga diucapkan pada waktu mandi, sambil membersihkan badan kita sekaligus juga dapat membersihkan pikiran dan akal budhi kita, disamping itu disarankan untuk mengucapkan Mantram Gayatri pada waktu-waktu ; sebelum makan, pada waktu bangun tidur dan pada waktu akan tidur. Mantram Gayatri itu merupakan harta yang sangat berharga, karena itu harus dijaga dan dilantunkan secara benar dan tepat, seseorang boleh mengesampingkan mantram-mantram lainnya, tetapi jangan sampai menghentikan Mantram Gayatri.

Mantram Gayatri hendaknya diucapkan sesering mungkin, sebaiknya diucapkan 108 kali ( satu japa mala ) setiap pagi, untuk latihan rohani adalah baik untuk mengucapkan tiga atau lima japa mala setiap pagi dan sore hari. Menurut Swami Sivananda Saraswati , Mantram Gayatri harus diucapkan sekurang-kurangnya satu japa mala ( 108 kali ) tanpa henti setiap hari .


Sikap Badan dalam mengucapkan Mantram Gayatri

Dalam menyampaikan Mantram Gayatri, sikap badan kita hendaknya diatur sebagai berikut :

  1. Duduklah dengan tenang ( Padmasana , Bajrasana ) menghadap ke timur atau ke utara atau dalam sikap apa saja yang cocok bagi seseorang .
  2. Hindarkan gerakan yang tidak perlu dan bersikaplah seperti akan melaksanakan , Meditasi .
  3. Punggung , leher dan kepala agar tegak lurus ( jangan menunduk )
  4. Jangan merasa takut dan duduklah dengan tekad untuk menyadari kebenaran sejati .

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post a Comment